Kampung Pelangi, Kota Semarang

Setelah sukses mengubah wajah Kampung Brintik atau yang saat ini mendunia dengan sebutan Kampung Pelangi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali siap dengan gebrakan penataan tahap kedua. Dia mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp16 miliar untuk penataan tahap kedua kawasan Pasar Kembang. Direncanakan penataan tahap kedua akan segera terealisasi yang meliputi pembangunan kawasan parkir, normalisasi saluran drainase, pembangunan fasilitas pejalan kaki sepanjang saluran hingga pembangunan foodcourt. Saat ini proses lelang proyek pengerjaannya sedang dilakukan. “Doakan lancar, Insya Allah bulan Desember nanti kawasan Pasar Kembang Randusari ini akan semakin cantik, indah dan nyaman,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng. Dia mengakui kecantikan Kampung Brintik yang telah viral di berbagai media baik nasional hingga internasional adalah hasil kerja bersama seluruh warga masyarakat dan stakeholder Kota Semarang. Pemerintah, kata dia mengawali dengan melempar ide pembuatan Kampung Pelangi. Ide ini tercetus seusai penataan kawasan Pasar Kembang tahap I. “Pasar yang telah tertata apik dan cantik ini, ternyata di belakangnya terlihat pemandangan yang kurang sedap dipandang mata. Kondisi inilah yang kemudian mendorong kami menginisiasi upaya mempercantik Kampung Brintik,” tuturnya. Untuk menata Kampung Brintik itu dibutuhkan dana sebesar Rp3 miliar. Mengingat besarnya kebutuhan serta kepemilikan rumah yang tak semua dihuni warga kurang mampu, membuat anggaran Pemerintah Kota tak dapat masuk di sana. Untuk itulah, mereka berinisiatif menjadikan program penataan Kampung Brintik dengan model partisipatif, menggandeng seluruh stakeholder mulai dari pengusaha cat, perbankan, industri, konstruksi, pegolf dan lainnya untuk menyelesaikan program ini. Hasilnya, kerja keras penataan Kampung Pelangi membuahkan hasil cemerlang. Banyak wisatawan lokal, nasional hingga internasional terpesona dengan keindahan seni kreatif di berbagai sudut Kampung Pelangi. Meski baru rampung 2 segmen dari total... read more

Pemerintah Kabupaten Badung Mengkonservasi 320 Naskah Lontar

Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Bali, bersama Penyuluh Bahasa Bali melakukan konservasi 302 naskah kuno berupa lontar. “Upaya ini dilakukan untuk melestarikan naskah kuno berbentuk lontar,” kata Kepala Dinas Kebudayan Kabupate Badung, Ida Bagus Anaom Bhasma, di Mangupura Dari 302 naskah kuno yang didapat Penyuluh Bahasa Bali dari sejumlah desa di Kabupaten Badung ditemukan 63 naskah kuno yang rusak. “Naskah kuno ini ditemukan setelah melakukan identifikasi atau pendataan lontar-lontar kuno di desa-desa,” kata Ida Bagus Anaom.. Lontar-lontar ini ditemukan di Desa Angantaka, Desa Blahkiuh,Desa Carangsari, Desa Keronokan, Kelurahan Kedonganan, dan Kelurahan Tuban. Berbagai jenis lontar ditemukan di rumah penduduk seperti wariga, usada, tutur, geguritan, kekawin dan masih banyak lagi. Dinas Kebudayaan akan menentukan mana naskah yang dapat didigitalisasi maupun direproduksi untuk koleksi dan mencegah dari kepunahan. Pemerintah juga akan memberikan pelatihan perawatan lontar agar masyarakat dapat berperan menjaga, lontar dari kerusakan.  ... read more

Komunitas Biodiversity Mengadakan Penjelajahan

Komunitas Biodiversity Warriors memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia dengan melakukan capture nature atau menelusuri dan mengenal keanekaragaman hayati di 10 daerah di Indonesia secara serentak. Direktur Komunikasi dan Penggalangan Sumber Daya Yayasan KEHATI Fardila Astari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta mengatakan Biodiversity Warriors merupakan gerakan anak-anak muda yang diinisiasi oleh Yayasan KEHATI. Mereka diharapkan bisa melakukan perubahan dengan menjadi ksatria penyelamat dan penjaga keanekaragaman hayati di Indonesia. “Mereka didorong untuk memopulerkan keanekaragaman hayati di Indonesia, baik dari sisi keunikan, manfaat, pelestariannya serta kemungkinannya untuk menjadi tujuan wisata,” kata Fardila, Minggu, 21/5.Tema untuk peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia kali ini, dalam kegiatan capture nature serentak, adalah ‘Biodiversity and Sustainable Tourism’. Dalam kegiatan ini, para anggota komunitas Biodiversity Warriors dan warga di masing-masing daerah bersama-sama turun ke lokasi pengamatan untuk mengenal, mendata, mendokumentasikan dan memopulerkan keanekaragaman hayati di daerahnya. Kegiatan tersebut dilakukan di Jakarta, Medan, Surabaya, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Ende, Kabupaten Kuningan, Kota Tarakan, Kota Banda Aceh, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Bengkayang. Hingga saat ini, menurut dia, anggota Biodiversity Warriors mencapai 1.660 anak-anak muda yang tersebar di berbagai provinsi. Dari hasil kegiatan capture nature yang telah dijalankan dalam tiga tahun terakhir, anak-anak muda tersebut telah menghasilkan 2.122 jurnal dan 3.613 katalog tentang keanekaragaman hayati Indonesia. Katalog-katalog tersebut, lanjutnya, dapat dimanfaatkan siswa sekolah, mahasiswa dan para pecinta ragam hayati di Indonesia, untuk lebih mengenal biodiversitas di sekitarnya. Kegiatan yang akan dilakukan  Biodiversity Warriors bersama Yayasan KEHATI adalah roadshow ke Kampus Universitas Nasional (Unas), Jakarta, guna memperkenalkan keanekaragaman hayati Indonesia.  ... read more

Badung Festival Bahari di Bali Sedot Ribuan Peserta

Sebanyak 3.000 peserta dari kalangan masyarakat lokal di Pulau Dewata dan wisatawan mancanegara berpartisipasi memeriahkan hari pertama Badung Festival Bahari 2017 di Tanjung Benoa, Bali. Festival berlangsung pada  19-21 Mei. “Para peserta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan dan atraksi yang ditampilkan panitiai,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Made Badra di Tanjung Benoa, Bali. Ia mengatakan terdapat berbagai macam kegiatan dalam festival, seperti kompetisi surfing, kompetisi renang yang diikuti Balwisata di Bali, Dragon Boat, turnamen memancing di laut dan parade jukung tradisional. Selain itu, dalam kegiatan ini juga diisi kegiatan parade marching band Universitas Udayana dan pagelaran senderatari Baruna Murti yang juga melibatkan ribuan orang. “Hari ini ada ribuan peserta berpartisipasi dalam tarian nelayan secara massal,” kata Made Badra.Tari yang ditampilkan, antara lain, tarian sekar jepun, gong kebyar. Lalu ada parade jegeg bagus Badung 2017. “Dan parade raja dan ratu yang diikuti tamu hotel di Kawsan Nusa Dua,” kata Made Badra. Lokais Festival Bahari Tahun 2017 ini kian banyak sehingga mampu menggaet peserta hingga 20 ribu orang. “Kami menargetkan untuk kunjungan wisatawan di acara Festival kali ini mampu menggaet 4.000 wisatawan,” kata Made Badra. Badra menambahkan, kegiatan ini akan disempurnakan ditahun berikutnya.  ... read more

Uji Nyali Naik Gondola Tradisional di Pantai Timang Gunung Kidul

Pantai Timang di Desa Purwodari, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berubah dari pusat pencarian lobster menjadi destinasi wisatamenarik. Kini tempat itu banyak dikunjungi wisatawan hingga menggerak perekonomian masyarakat setempat. Di pantai Timang terdapat gondola yang menghubungkan ke Pulau Uang tempat warga lokal mencari lobster. Panjang lintasan 100 meter dan ditarik menggunakan tenaga manusia. Saat menaiki alat ini, pelancong akan disuguhkan pengalaman melihat ombak pantai selatan. Salah seorang pengelola gondola Pantai Timang, Wasiman, mengatakan gondola sudah ada sejak 1997. “Setelah ada wisatawan yang tertarik lalu menjadi destinasi wisata,” kata di. Wasiman mengatakan tidak hanya pengunjung dalam negeri, namun turis dari luar negeri pun banyak yang berminat. Mereka umumnya datang dari Malaysia, Korea maupun Singapura. Biaya melintas gondola, untuk wisatawan lokal adalah sebesar Rp150.000, sementara untuk wisatawan asing sebesar Rp200.000. Wasiman mengatakan sekali berangkat Gondola bisa digunakan untuk dua orang.  ... read more

Promosi Wisata Indonesia Street Digelar di Jantung Kuala Lumpur

Acara, yang dimaksudkan untuk menarik wisatawan, bertajuk “Indonesia Street” digelar di jantung kota Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 19 Mei 2017. Tepatnya, acara itu digelar di pusat perbelanjaan paling populer Pavillion, Bukit Bintang. Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata Handayani Mustofa secara resmi membuka Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017 di Kuala Lumpur, Jumat. Menurut dia, Indonesia Street adalah berbagai macam acara yang dikemas dalam satu konsep promosi pariwisata Wonderful Indonesia. “Ini akan menjadi cara terbaik dan efektif untuk mempromosikan Indonesia kepada publik Malaysia,” katanya. Bukit Bintang dipilih karena berada tepat di jantung Kota Kuala Lumpur dan merupakan pusat kerumunan massa paling ramai. “Tidak hanya masyarakat Malaysia yang berada di kawasan itu, melainkan ekspatriat,” ujarnya. Beberapa hal yang ditampilkan di sini, antara lain replika kapal pinisi, taman tropis, lampion, spot foto, replika rumah adat Betawi dengan hiasan ondel-ondel, hingga pameran produk khas Indonesia yang digelar di dalam mal. Selain itu, akan ditampilkan pertunjukan seni budaya, seperti tarian khas Palembang, tari tanjidor, karnaval. Dalam acara itu juga digelar workshop membatik, menenun, dan henna (lukis wajah), serta pembagian souvenir kepada para pengunjung yang mampir. Tahun ini, Indonesia memasang target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga tutup tahun. Adapun Malaysia merupakan negara fokus pasar wisata utama yang ditargetkan mampu menyumbangkan 1,77 juta wisman sepanjang 2017. Bersama Singapura dan Cina, Malaysia menjadi tiga besar penyumbang wisman terbanyak ke Indonesia.  ... read more

Akibat Perubahan Iklim Antartika Semakin Hijau

Antartika kini menjadi lebih hijau karena perubahan iklim. Dalam studi yang dimuat di jurnal Current Biology, Kamis, 18 Mei 2017, para ilmuwan melaporkan tumbuhan di Antartika, khususnya lumut, berkembang dengan cepat dalam 50 tahun terakhir. Menurut studi, kehidupan tumbuhan hanya ada di sekitar 0,3 persen wilayah Kutub Selatan itu. Namun temuan-temuan baru tersebut menunjukkan adanya perubahan besar dalam biologi dan lanskap wilayah ikonis itu pada kondisi hangat di masa depan. “Dalam waktu dekat, kita akan melihat Antartika menghijau sejalan dengan pengamatan yang dilakukan di Kutub Utara,” kata Profesor Dan Charman dari University of Exeter, yang memimpin proyek penelitian tersebut. Semenanjung Antartika dikenal sebagai salah satu wilayah yang mengalami pemanasan paling cepat di Bumi. Temperatur tahunan di sana telah merayap naik sekitar 0,5 derajat Celsius setiap dasawarsa sejak 1950-an. Para peneliti itu menyadari mereka dapat mengambil banyak pelajaran mengenai bagaimana peningkatan temperatur telah mempengaruhi ekologi semenanjung tersebut. Para peneliti mempelajari sampel inti dari tumpukan-tumpukan lumut, yang terpelihara dengan baik dalam kondisi dingin Antartika. Mereka meneliti lima inti tumpukan lumut di tiga lokasi dari satu daerah yang membentang sekitar 644 kilometer. Lokasi-lokasi itu meliputi tiga pulau Antartika, yaitu Elephant Island, Ardley Island, dan Green Island, tempat tumpukan lumut yang paling tua dan paling dalam tumbuh. Para ilmuwan menganalisis data dari 150 tahun terakhir dan mendapatkan bukti yang jelas mengenai titik perubahan—titik dalam waktu setelah aktivitas biologi secara jelas meningkat—dalam setengah abad terakhir. “Kenaikan temperatur selama sekitar setengah abad belakangan di Semenanjung Antartika memiliki dampak dramatis pada tumpukan-tumpukan lumut yang tumbuh di wilayah tersebut,” kata penulis utama studi itu, Matt Amesbury, dari University of Exeter. Jika itu berlanjut, kata dia, dan dengan... read more

Warga Tionghoa Sumbang 1000 Lampion Semarakan Ramadhan

Sebanyak 1000 buah lampion sumbangan warga Tionghoa akan menyemarakkan bulan Ramadhan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal di Mataram mengatakan lampion itu akan memeriahkan Festival Khasanah Ramadan 25 Mei-26 Juni. “Sumbangan ini berasal Persatuan Islam Tionghoa Indonesia dan Perkumpulan Sosial Marga Tionghoa Indonesia,” kata Faozal. Rabu, 17/5. Ia menjelaskan, sumbangan lampu lampion itu merupakan bentuk toleransi dan keberagaman antarsuku, agama, ras serta aantargolongan dalam menyambut bulan Ramadhan. “Pemasangan lampu lampion ini juga sesuai keinginan gubernur, dan pernah dilakukan saat NTB menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatul Quran (MTQ) 2016,” kata Faozal. Faozal menuturkan, rangkaian kegiatan Festival Khasanah Ramadhan dimulai 21 Mei diawali Fun Run Ramadhan masyarakat NTB. Kemudian, upacara pembukaan pada 25 Mei sekaligus tablig akbar yang menghadirkan ustad Yusuf Mansyur bersama Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi. “Akan ada 28 kegiatan dengan 4 kelompok kegiatan yang dilaksanakan selama Festival Khasanah Ramadan dari 25 Mei sampai 26 Juni 2017,” katanya. Dalam rangkaian kegiatan ini juga akan mendatangkan empat imam besar asal Timur Tengah. Di antara 28 kegiatan itu, ada kampung kuliner dan kampung kreatif ramadhan, kampung hortikultura, pameran foto, lomba blog, pameran budaya Islam yang diikuti kedutaan besar dari negara-negara Timur Tengah. Kemudian, bedah buku dan rembuk republik, pameran lima ribu buku, berbagi dengan 1.000 dan anak yatim, serta buka bersama selama satu bulan penuh di lokasi utama Festival Khasanah Ramadhan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. “Kita juga melaksanakan pasar wisata halal yang diikuti para ‘buyer’ dan ‘seller’ paket wisata halal NTB, terutama pada pasar wisata Timur Tengah, dan wisatawan Muslim lain,” ucapnya. Di samping itu, pada... read more

Pulau Widi di Maluku Utara akan Jadi Maldivesnya Indonesia

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara akan menjadikan Pulau Widi sebagai destinasi wisata bahari unggulan. “Widi menjadi tempat berlangsungnya International Fishing Tournament yang akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Oktober mendatang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Halmahera Selatan, Nur Kamarullah di Ternate. Dia menyatakan, saat ini ada 100 orang pemancing dari berbagai negara tengah dikonfirmasi keikut-sertaannya. Mereka, antara lain, datang dari Jepang, Malaysia, Singapura, Australia, dan India. Menurut dia, Pulau Widi adalah salah satu pulau yang sedang dalam tahap pengembangan besar-besaran. Pulau ini cukup dikenal wisatawan asing, bahkan mereka menyebutnya sebagai “Maldives”-nya Indonesia. “Widi ini memang masa depan bangkitnya pariwisata Halmahera Selatan. Maka kami selaku Dinas Pariwisata diberi tugas untuk mempromosikan secara besar-besaran,” kata Nur. Pormosi itu telah dilakukan, antara lain, di saat promosi diving di Jakarta, Festival Legu Gam di Maluku Utara dan di Yogyakarta. “Dan rencana kita juga akan ke Batam bulan depan,” kata Nur. Nur Karamullah mengatakan, juga akan digelar Festival Kuliner dan Budaya yang akan dibuka oleh Ibu Negara. Dalam Widi Festival nantinya akan diperkenalkan beberapa pulau lainnya, seperti Tanjung Tauno sebagai habitat duyung yang bertujuan memberikan pendidikan bagi masyarakat luas agar bisa melihat duyung secara langsung, tidak hanya dari mitos yang beredar selama ini. Ada juga Tanjung Santari sebagai padang pasir putih, dan budidaya habitat rumput laut.  ... read more

Piknik ke Yogya Makin Asyik

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan penyediaan shelter khusus untuk andong dan becak. Rencana ini sebagai bentuk upaya pemerintah daerah melestarikan sarana transportasi tradisional guna mendukung sektor pariwisata. “Kami perhatikan, tempat khusus untuk andong dan becak beristirahat dan menunggu penumpang belum ada. Dulu pernah ada, namun banyak yang sudah hilang. Oleh karena itu, tahun ini kami lakukan kajian untuk menyediakan kembali tempat istirahat itu,” kata Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Tri Haryanto di Yogyakarta, Rabu, 17 Mei 2017. Menurut Tri, di tempat istirahat khusus tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, baik untuk kuda serta untuk kusir atau untuk pengemudi becak. Fasilitas tersebut di antaranya sumber air untuk membersihkan kotoran kuda, tempat khusus untuk memberi makan dan minum kuda, toilet untuk kusir dan juga toilet untuk pengemudi becak. Tri menyebut, lokasi andong beristirahat sekaligus menunggu penumpang saat ini ada di timur Pasar Beringharjo dan sisanya banyak menunggu penumpang di jalur lambat Malioboro. Tempat istirahat di timur Pasar Beringharjo tersebut dinilai belum representatif dan membutuhkan banyak pembenahan. “Kami bisa tiru konsepnya dengan berbagai perbaikan, termasuk penyediaan fasilitas yang lebih baik,” katanya. Selain di Beringharjo, salah satu lokasi yang berpotensi untuk digunakan sebagai tempat andong beristirahat sekaligus menunggu penumpang ada di sekitar Sompilan. Di Malioboro sudah tidak ada lagi andong yang menunggu penumpang. Andong datang ke Malioboro saat ada panggilan untuk penumpang. “Harapannya, Malioboro akan terlihat bersih karena tidak ada kotoran atau limbah dari kuda. Ada semacam pengaturan andong yang akan masuk ke Malioboro supaya jalan tidak semakin padat,” katanya. Dinas Perhubungan mencatat, jumlah andong yang beroperasi di Kota Yogyakarta sebanyak 506 unit. Sedangkan tempat becak istirahat dan menunggu penumpang dimungkinkan... read more