Komunitas Biodiversity Warriors memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia dengan melakukan capture nature atau menelusuri dan mengenal keanekaragaman hayati di 10 daerah di Indonesia secara serentak.

Direktur Komunikasi dan Penggalangan Sumber Daya Yayasan KEHATI Fardila Astari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta mengatakan Biodiversity Warriors merupakan gerakan anak-anak muda yang diinisiasi oleh Yayasan KEHATI. Mereka diharapkan bisa melakukan perubahan dengan menjadi ksatria penyelamat dan penjaga keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Mereka didorong untuk memopulerkan keanekaragaman hayati di Indonesia, baik dari sisi keunikan, manfaat, pelestariannya serta kemungkinannya untuk menjadi tujuan wisata,” kata Fardila, Minggu, 21/5.Tema untuk peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia kali ini, dalam kegiatan capture nature serentak, adalah ‘Biodiversity and Sustainable Tourism’.

Dalam kegiatan ini, para anggota komunitas Biodiversity Warriors dan warga di masing-masing daerah bersama-sama turun ke lokasi pengamatan untuk mengenal, mendata, mendokumentasikan dan memopulerkan keanekaragaman hayati di daerahnya. Kegiatan tersebut dilakukan di Jakarta, Medan, Surabaya, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Ende, Kabupaten Kuningan, Kota Tarakan, Kota Banda Aceh, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Bengkayang.

Hingga saat ini, menurut dia, anggota Biodiversity Warriors mencapai 1.660 anak-anak muda yang tersebar di berbagai provinsi. Dari hasil kegiatan capture nature yang telah dijalankan dalam tiga tahun terakhir, anak-anak muda tersebut telah menghasilkan 2.122 jurnal dan 3.613 katalog tentang keanekaragaman hayati Indonesia.

Katalog-katalog tersebut, lanjutnya, dapat dimanfaatkan siswa sekolah, mahasiswa dan para pecinta ragam hayati di Indonesia, untuk lebih mengenal biodiversitas di sekitarnya. Kegiatan yang akan dilakukan  Biodiversity Warriors bersama Yayasan KEHATI adalah roadshow ke Kampus Universitas Nasional (Unas), Jakarta, guna memperkenalkan keanekaragaman hayati Indonesia.

 

sumber